09 August 2010


Presiden Filipina, Benigno "Noynoy" Aquino III, tidak segan memecat Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (PAGASA), Prisco Nilo. Pasalnya, Nilo telah melakukan dosa besar, yaitu lalai memperingatkan rakyat di Ibukota Manila akan bahaya Topan Conson.

Akibatnya, topan yang melanda Manila dan sekitarnya pada 14 Juli itu menewaskan 111 jiwa. Yang membuat Noynoy marah, Nilo tidak langsung mengaku bertanggungjawab, melainkan menyalahkan sistem komputer di institusi yang dia pimpin.

Seperti dikutip laman The Telegraph, Jumat 6 Agustus 2010, Noynoy sudah tidak percaya lagi dengan kemampuan Nilo dalam memimpin badan cuaca di Filipina. "Saya padahal sudah percaya dengan pihak-pihak terkait. Maka saya kaget saat topan itu menerjang," kata Noynoy, yang baru menjabat sebagai presiden sejak 30 Juni 2010.

Nilo pun hanya bisa mengeluh bahwa kantor yang dia pimpin selama ini tidak mendapat anggaran dan peralatan yang layak untuk bekerja. Dia berharap pejabat yang baru bisa memperjuangkan naiknya anggaran dari pemerintah agar bisa memperbaiki sistem komputer di PAGASA sehingga bisa akurat dalam memperkirakan perubahan cuaca, termasuk angin topan.



Menteri muda bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Graciano Yumul, untuk sementara menggantikan posisi yang terpaksa ditinggalkan Nilo. (sj)

Bongkahan es seluas 251,2 km persegi terpecah dari suatu gletser (sungai es) utama di kawasan dekat Kutub Utara jelang akhir pekan lalu. Bagi kalangan ilmuwan, pecahan es ini merupakan yang terbesar dalam kurun waktu hampir setengah abad.

Menurut laman harian The Washington Post, terpisahnya bongkasan es itu direkam oleh satelit MODIS milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan dipublikasikan Jumat, 6 Agustus 2010 waktu setempat.

Bongkahan es itu berasal dari Gletser Petermann di Greenland. Wilayah otonomi Denmark itu terletak di antara Kutub Utara dan Samudera Atlantik.

Mengingat ukurannya yang besar, bongkahan es itu membentuk "pulau baru." Menurut Universitas Delaware, itu merupakan bongkahan es terbesar yang berpisah dari induknya sejak 1962. Ukurannya 40 persen lebih besar dari ibukota AS, Washington D.C.

Pecahnya bongkahan es di sekitar Kutub Utara bukanlah fenomena baru. Namun, berdasarkan ukurannya yang besar, fenomena itu biasanya lebih sering terjadi di Kutub Selatan ketimbang yang di utara.

Peneliti dari Universitas Delaware, Andreas Muenchow, mengatakan bahwa pecahan es itu tidak serta-merta dikaitkan dengan pemanasan global. Menurut dia, penyebab pecahan itu bisa saja akibat derasnya arus laut di bawah gletser. (umi)

04 May 2010

CrazyKart2

huft... hari yang sangat melelahkan dari kmarin lusa. karna saya belum lama ini membeli handphone smart ZTE C261 membuat saya kecanduan memainkan game online crazykart, yang skrng telah menjadi crazykart2. memang sih kecepatan internet saya g begitu cepat d'bandingkan d'warnet~warnet tapi lumayan lah... jadi minggu~minggu ini bagi saya tidak ada waktu tanpa bermain crazykart2. apa lagi saya sedang ingin menjadi evo(yg suka maen crazykart2 pasti tau) bahkan saya 1 hari bisa sampai 3 lvl. mungkin blog saya g bakal ada yg baca ya karna g begitu jelas, but w slalu update aja deh.

Visitor